Monday, August 22, 2016

Menunda Pekerjaan...

Ingat dulu saat kamu masih jadi mahasiswa? Ada tugas yang harus segera diselesaikan, tapi kamu malah asik main facebook. Atau di minggu-minggu ujian, bukannya belajar tapi malah liat video kucing salto di youtube, main game, tidur-tiduran dan semacamnya..."belajarnya nanti aja semalem sebelum ujian, santai lah dosennya baik ini". Ingat rasanya? enak dan nagih kan? Lari dari tanggung jawab, bersenang-senang, melupakan kewajiban sebagai generasi penerus bangsa.
TOP 10 REASONS I PROCRASTINATE
  1.  
 Sekarang, sesudah lulus kuliah, masih melakukan hal-hal tersebut? Kalau diberi tugas dari bos, kalau ada sesuatu yang harus dilakukan, kita entar-entaran aja, merasa tenang, lakuin di last minutes aja, lakuin ini dulu-itu dulu-nganu dulu bla bla bla.
Procrastination. The act of delaying or postponing something. Alias menunda-nunda pekerjaan, adalah sesuatu yang to certain degree, kita semua lakukan. Alasannya bisa jadi karena kita merasa masih mager (malas gerak), ngumpulin nyawa dulu, capek, atau merasa waktunya masih banyak, jadi tenang aja. Kalau istilah mahasiswa: tugas dikumpulin besok, ya dikerjakan besok.
Tentang procrastination, ada banyak pro dan kontra. Bill Gates bilang: "To be a good professional engineer, always study late for the exams. Because it teaches you to manage time and tackle emergencies”. Sementara Buddha bilang: "The problem is we think we have time (while we may actually don’t)". Saya sendiri, walau tidak sempurna, lebih cenderung pada orang yang anti-procrastination. Dan ada baiknya kita semua berlatih mengurangi, kalau bisa berhenti menunda pekerjaan. Karena banyak sesal yang bisa datang menghampiri.
Jadi saya punya teman. Anggap saja namanya Mawar. Kami belajar bareng semalam sebelum ujian, lalu ujian besoknya berjalan dengan cukup lancar. Saat hasil ujian dibagikan, si Mawar ini gak lulus hanya karena kurang 1 poin. SATU POIIINNN!!!! Lalu dia bilang begini: "Ah kalau ada sehari lagi aja buat belajar, gue pasti lulus deh ujian ini". Saya kesal lah mendengarnya. Woooooyyy kamu tu diberi waktu seminggu penuh buat mempersiapkan diri buat ujian ituuu! Kenapa baru mulai belajar 12 jam sebelum ujian? Ke mana aje brooo?!
Biasanya kita bakal beralasan ada banyak hal penting lain yang harus dikerjakan dalam rentang seminggu tersebut. Tapi coba refleksikan, berapa banyak hal yang benar-benar urgent yang harus dilakukan? Berapa jam terbuang untuk facebook-an, marathon K-Drama, main CS, DoTA, pacaran, jalan-jalan, yang kalau 20% nya aja dikonversi jadi waktu belajar bisa mengubah hasil ujian?
Saat diberi tugas, kerjaan, atau kewajiban lainnya, penyakit kita adalah menunda-nunda. Kita memilih bersenang-senang dulu, melakukan kewajiban kemudian. We think we have time. Kita pikir kita punya waktu. Sekali lagi, kita pikir kita punya waktu. Kenyataannya? Mungkin tidak. Contohnya si Mawar tadi. Dia memilih untuk belajar di last minute sebelum ujian. Untung dia cuma gagal di ujian, bisa ngambil lagi kuliahnya semester depan. Gimana kalau itu sebuah kerjaan. Bosnya marah lalu dia dipecat...gimana kalau gitu?
Kawan, yang Bill Gates bilang kalau belajar di akhir-akhir melatih kita untuk mengatur waktu dan menangani keadaan darurat (maaf ya kalau di-translate ke bahasa Indonesia jadi jelek kelihatannya) ada benarnya. Tapi ada baiknya kalau belajar lebih awal. Kenapa? Agar lebih siap lagi. We can't be too prepared for battle, saya sih mendingan mandi keringat karena kebanyakan latihan daripada mandi darah sendiri di pertarungan.
Mari bicara tentang aspek kehidupan selain kehidupan sebagai mahasiswa. Ceritanya kamu punya ide bisnis yang brilian nih. Bakal menghasilkan untung banyak, atau bahkan mengubah dunia. Bukannya mulai merintis dan/atau membangun ide tersebut, kamu memilih untuk membiarkan idemu begitu saja. Pembenaranmu: "nanti kalau udah punya cukup modal", "nanti kalau udah nikah", "nanti kalau udah ini-itu" dan bla bla bla lainnya. Nggak salah sih, kamu tidak bisa membangun bisnis, apalagi mengubah dunia dalam semalam. Tapi lagi-lagi refleksikan dengan jujur: berapa kali atau berapa lama setelah itu kamu benar-benar memikirkannya? Benar-benar mengusahakannya? Sampai beberapa waktu kemudian, ternyata ada orang lain dengan ide mirip denganmu dan melakukannya benar-benar jadi kaya dan terkenal...menyesallah dirimu.
Contoh lainnya: Mau melakukan hal yang memang perlu dilakukan. Kuberi beberapa contoh ya:
1. Punya pacar yang abusive, sehingga hubungan gak bahagia. Bukannya diakhiri (atau paling gak diomongin) kamu memilih untuk diam. Alasannya gak enak mutusin (atau ga enak ngomongin kalau si pacar itu kelakuannya buruk).
2. Ada bagian mobil yang rusak. Bukannya dibawa ke bengkel tapi malah dibiarin aja. Alasannya ke bengkel jauh, makan waktu, lagian mobilnya masih bisa jalan.
3. Usia menginjak kepala 3, tapi malas olahraga. Alasannya nanti, sibuk kerja, ngurus anak, dll. Padahal kalau gak kerja dan ngurus anak main gadget doang kerjaannya.
Sepintas semuanya harmless. Tapi semuanya akan jadi bom waktu yang meledaknya gak tau kapan, dan timingnya bisa jelek banget. Tunda-tunda selama 6 bulan, tiba-tiba si pacar main fisik, jadi korban kekerasan deh lo. Tunda-tunda selama 3 bulan, tiba-tiba kerusakan mobilnya merembet hingga gak bisa dinyalain lagi. Tunda-tunda selama 5 tahun, tiba-tiba serangan jantung datang karena gak pernah olahraga.
Kawan, dalam skala kecil procrastinating tidak apa-apa. Dalam kondisi tertentu menunda pekerjaan mungkin juga diperlukan (tunda ngerjain PR karena kebelet, contohnya). Tapi, alangkah baiknya kalau kita melatih diri agar tidak terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Pertama, agar tidak terbiasa kebawa ke masalah yang bisa merembet jadi besar (contoh di atas). Kedua, kalau kita sengaja mengerjakan sesuatu dekat-dekat dengan deadline, maka kita akan screwed big time kalau tiba-tiba ada sesuatu lain yang mendadak di saat kita mau mengerjakan pekerjaan tersebut...jadi malah berantakan kan?

Semoga berhasil dalam berlatih menjadi diri yang produktif dan tidak suka procrastinating.
Salam!
Starting to get things done is arduous. But do it now, and enjoy the glory later 

No comments:

Post a Comment

Earth Brick and Stone: Workshop Frenzy